Pemerintah Siapkan Wisma Atlet Kemayoran dan Pulau Galang Untuk Jadi Unit Darurat Covid-19

Jakarta (20/3) – Kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga Jumat siang (20/3), tercatat 369 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan tersebar di 17 provinsi di Indonesia. Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo dalam Rapat Terbatas pada Kamis (19/3) kemarin, pemerintah saat ini memprioritaskan untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas lagi. 

Prioritas utama pemerintah untuk penanganan kasus Covid-19 adalah dengan menyiapkan layanan rumah sakit, baik rumah sakit rujukan yang sudah ditetapkan, serta memobilisasi rumah sakit yang lain, baik milik BUMN, TNI/Polri, rumah sakit swasta, dan juga rumah sakit darurat. 

Menindak lanjuti instruksi Presiden, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 dan Kementerian/Lembaga terkait untuk memanfaatkan Wisma Atlet Kemayoran dan Pulau Galang, Kepulauan Riau sebagai unit darurat penanganan Covid-19.

“Pemanfaatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kasus ini semakin membesar. Ini menunjukan betapa seriusnya kita untuk menangani Covid 19 ini,” ucap Menko PMK Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) bersama Gugus Tugas Penanganan Covid 19 dan Kementerian/Lembaga terkait melalui Teleconfrence, Jumat, (20/3).

Selaku penanggung jawab aset, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan Wisma Atlet Kemayoran mulai Senin (22/3) sudah siap untuk digunakan sebagai tempat observasi dan juga pelayanan kesehatan. “Untuk Wisma Atlet ini, hari Senin akan siap untuk dimanfaatkan, dan Pak Presiden akan meninjau ke sana,” terang Basuki kepada Menko PMK. 

Seluruh perlengkapan fasilitas seperti tempat tidur, pendingin ruangan, dan ketersedian air bersih juga sudah mencukupi di Wisma Atlet Kemayoran. “Nanti saya kira di Wisma Atlet Kemayoran akan memakai 4 tower. Ini di blok D10. Kalau totalnya di Wisma Atlet ada 7708 tempat tidur.” 

Sedangkan untuk kesiapan Pulau Galang sebagai tempat observasi, Basuki menyampaikan saat ini masih dalam tahap rehabilitasi tempat.

“Intinya Pulau Galang sudah siap, karena targetnya tanggal 25 Maret sudah siap. Pulau Galang tanggal pada 28 Maret akan dibuka dan 400 kamar observasi akan dibuka. Mudah-mudahan tidak banyak kasus dan tidak semua kamar dipergunakan,” kata Basuki.

Menurut Menko PMK, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 harus memfokuskan diri ke DKI Jakarta dan sekitarnya. Karena diketahui saat ini penyebaran kasus Covid terbsesar ada di DKI Jakarta dan sekitarnya dengan tingkat penyebaran berintensitas tinggi. 

Maka dari itu menurut Muhadjir, pilihan Presiden untuk menjadikan Wisma Atlet Kemayoran sebagai unit kesehatan darurat adalah pilihan yang tepat. “Semua kekuatan harus difokuskan ke DKI. Karena itu pilihan Pak Presiden dan saran dari Pak Menteri PUPR penetapan wisma atlet ini suatu pilihan yang sangat tepat,” kata Menko PMK.

Selain Kementerian PUPR, Kementerian/Lembaga lain turut memberikan sumbangsih untuk penanganan lanjutan Covid-19 di DKI Jakarta dan Sekitarnya. Gugus Tugas akan mengakomodasi sukarelawan agar berupaya optimal dalam penanganan Covid-19;  BNPB dan TNI akan memberi bantuan medis dan alat kesehatan ; Kemenkes akan menyediakan bantuan alat pelindung diri (APD); dan Polri menyiapkan RS Bhayangkara sebanyak 51 RS di seluruh Indonesia dengan total 1900 tempat perawatan sebagai tempat rujukan penanganan Covid-19. TNI/Polri juga akan menjadi satuan pengamanan untuk menjaga agar social distancing berjalan lancar.

“Saya mohon dukungan baik dananya, bantuan medis, bantuan paramedic, juga tenaga lain bisa disiapkan dengan sungguh-sungguh. Jangan menunggu pasien datang tapi saat ada pasien kita sudah siap 100 persen,” Muhadjir memungkasi.

Kontributor Foto:
Reporter: