Dari Timor Tengah Selatan untuk Dunia, Sekolah Unggul Garuda Buka Peluang Talenta Muda

KEMENKO PMK – Pemerintah terus memperluas akses pendidikan berkualitas melalui program Sekolah Unggul Garuda, menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto guna mendorong lahirnya generasi muda Indonesia yang berprestasi, berbudaya riset, dan mampu bersaing di tingkat global.

Hal tersebut disampaikan Plt. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Katiman, dalam kegiatan Open House Serentak Sekolah Unggul Garuda Baru dan Transformasi bertema “Satu Gerakan, Satu Masa Depan” di Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (17/10/2026).

“Intinya adalah memberikan akses belajar bagi seluruh rakyat Indonesia, sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa berpotensi untuk memperoleh pendidikan dengan kualitas terbaik. Talenta unggul dapat tumbuh dari berbagai daerah, dan yang terpenting adalah memberikan kesempatan serta lingkungan belajar yang mendukung potensi setiap anak,” ujar Katiman.

Dalam kesempatan tersebut, Katiman mengajak masyarakat NTT, khususnya di Kabupaten TTS, untuk memandang SMA Unggul Garuda sebagai kesempatan bersama dalam membangun kualitas sumber daya manusia di daerah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan solid dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat.

“Kita siapkan anak-anak kita, khususnya dari NTT ini, supaya bisa masuk di sekolah ini. Sehingga nanti NTT, khususnya TTS, memiliki talenta dan anak-anak terpilih yang kelak bisa melanjutkan pendidikan tinggi dan berkiprah di tingkat dunia,” jelasnya.

Sebagai informasi, SMA Unggul Garuda Timor Tengah Selatan telah mulai beroperasi pada Juli 2026. Saat ini, sekolah tersebut memiliki 75 peserta didik yang didukung oleh 17 guru dan lima tenaga kependidikan. Fasilitas yang disediakan mencakup asrama, perpustakaan, sarana olahraga, serta Pusat Persiapan Internasional dengan penerapan kurikulum Cambridge. Institusi ini dirancang khusus untuk mengembangkan kemampuan akademik, budaya riset, dan kesiapan siswa menuju universitas terbaik dunia.

Hingga September 2026, progres perluasan akses pendidikan ini terus berjalan, di mana empat Sekolah Unggul Garuda telah dibangun dengan tiga di antaranya sudah beroperasi penuh. Selain itu, sebanyak 42 Sekolah Unggul Transformasi juga telah berjalan di berbagai wilayah.

Kualitas lulusan dari ekosistem pendidikan ini telah terbukti secara data. Pada 2025, sebanyak 330 siswa berhasil diterima di 100 universitas terbaik dunia, sementara 1.567 siswa sukses memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai universitas global.

“Pendidikan berkualitas merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang kompeten, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” ungkap Katiman.

Melalui perluasan program Sekolah Unggul Garuda ini, pemerintah memastikan akan ada semakin banyak talenta muda dari berbagai daerah, termasuk wilayah timur Indonesia, yang memperoleh pemerataan kesempatan untuk berkembang dan kelak membawa nama Indonesia ke panggung dunia.

Kontributor Foto:
Reporter: