KEMENKO PMK – Pemerintah memperkuat sinergi lintas kementerian/lembaga (K/L) untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan pemagangan sebagai bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Tindak Lanjut Pemantauan dan Evaluasi Program/Kegiatan Lintas K/L dalam Mendukung Peningkatan Capaian IPP Domain Pendidikan dan Pelatihan, Kamis (17/9/2026). Rapat dipimpin Asisten Deputi Pemberdayaan Pemuda dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kemenko PMK, Gatot Hendrarto.
Gatot menyampaikan bahwa pemantauan dan evaluasi diperlukan untuk melihat capaian program sekaligus mengidentifikasi tantangan yang masih dihadapi dalam peningkatan kompetensi pemuda.
“Terkait dengan domain pendidikan dan peningkatan kompetensi, khususnya pelatihan yang bersertifikat, kita berharap dapat mengidentifikasi capaian dan tantangan program kegiatan.”
Dalam mendukung pencapaian target IPP 2025–2029, peningkatan akses dan kualitas pendidikan serta pelatihan pemuda menjadi salah satu fokus yang perlu diperkuat. IPP ditargetkan meningkat dari 62,88 pada 2024 menjadi 65,16 pada 2025, dengan target 73,57 pada 2029. Sejalan dengan itu, indikator pemuda yang mendapatkan pelatihan bersertifikat ditargetkan meningkat dari 17,31 persen pada 2024 menjadi 46,49 persen pada 2029.
Perwakilan Kepala Biro Perencanaan, Manajemen Kinerja, dan Data Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menekankan pentingnya menjadikan IPP sebagai kompas dalam menentukan arah intervensi pembangunan kepemudaan dan mendorong pemerataan antardaerah. Capaian IPP, khususnya pada Domain Pendidikan dan Pelatihan beserta indikatornya, perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas intervensi sesuai kondisi masing-masing daerah. Untuk indikator pelatihan bersertifikat, upaya peningkatan target dari 17,31 persen pada 2024 menjadi 46,49 persen pada 2029 diarahkan melalui perluasan akses pelatihan bersertifikat dan penguatan keterkaitannya dengan kebutuhan dunia kerja.
Sementara itu, Perwakilan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menekankan pentingnya kesesuaian pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja melalui penguatan link and match. Pelatihan vokasi diarahkan pada kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja dan umumnya diakhiri dengan sertifikasi kompetensi. Upaya tersebut diperkuat melalui Program Pelatihan Vokasi Nasional, Program Pemagangan Nasional, serta skema Tailor Made Training (TMT) yang memungkinkan kolaborasi dengan dunia usaha sejak tahap perencanaan pelatihan hingga penyerapan lulusan.
Gatot menegaskan bahwa peningkatan capaian IPP membutuhkan keterhubungan program lintas sektor dan tidak dapat dilakukan oleh satu K/L saja.
“Kita ingin memastikan program-program yang dilaksanakan oleh K/L ini saling terhubung, tidak berjalan sendiri-sendiri, dan memberikan kontribusi yang lebih nyata terhadap peningkatan kualitas pemuda.”
Kemenko PMK mendorong pemutakhiran matriks program/kegiatan lintas K/L sebagai instrumen untuk memetakan program, sasaran, intervensi, serta keterkaitan antarkegiatan. Pemetaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dan mengarahkan dukungan lintas sektor secara lebih tepat sesuai kebutuhan pembangunan kepemudaan di daerah. Koordinasi dan sinkronisasi lintas K/L akan terus diperkuat agar berbagai program pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan pemagangan dapat berjalan secara terpadu, mendukung peningkatan kompetensi pemuda, serta mendorong pemerataan pembangunan kepemudaan dan pencapaian target IPP.