KEMENKO PMK — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memberikan penghormatan terakhir dan mengawal pemulangan jenazah relawan kemanusiaan, Ahmad Zaki Ali (42), hingga diserahterimakan kepada pihak keluarga di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin (24/8/2026).
Ahmad Zaki Ali, Founder Yayasan Gerak Bareng, meninggal dunia saat menjalankan misi penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Relawan asal Jakarta tersebut diduga meninggal akibat serangan jantung dan kelelahan fisik setelah menjalankan misi kemanusiaan di tengah kondisi medan penanganan darurat.
Sebelum meninggal dunia, almarhum bersama rombongan menempuh perjalanan darat dari Reo, Kabupaten Manggarai, menuju Lamba Leda Utara, salah satu wilayah terdampak gempa bumi di Pulau Flores.
Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK, Merry Efriana, memimpin langsung proses penjemputan dan penyerahan jenazah sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“Kemenko PMK memberikan penghormatan setinggi-tingginya serta menyampaikan belasungkawa yang amat mendalam kepada keluarga almarhum dan keluarga besar Yayasan Gerak Bareng. Almarhum Ahmad Zaki Ali adalah patriot kemanusiaan yang sangat gigih, berdedikasi tinggi, dan selalu hadir paling depan di medan bencana demi menyelamatkan serta membantu sesama,” ujar Merry.
Merry menegaskan, keberanian dan kepedulian yang ditunjukkan almarhum menjadi bagian dari semangat sinergi pentahelix dalam penanggulangan bencana.
Sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian, Kemenko PMK bersama rombongan turut mengawal dan mendampingi jenazah almarhum hingga tiba di rumah duka di Jakarta. Pemerintah memastikan proses pemulangan dari lokasi kejadian di NTT hingga ke rumah duka terlaksana dengan penuh penghormatan.