KEMENKO PMK - Dalam rangka meningkatkan pengurangan risiko dan mitigasi bencana, keberadaan Kampung Siaga Bencana (KSB) di 3 provinsi terdampak bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dikukuhkan, ini adalah capaian nyata yang sangat masif dalam mengarsiteki ketangguhan masyarakat di tingkat akar rumput secara berkelanjutan.
Ini bukanlah akhir dari tugas Pemerintah, melainkan awal dari babak baru peningkatan kesiapsiagaan dari tingkat tapak. Di sinilah pentingnya interkoneksi dan integrasi seluruh upaya peningkatan kapasitas baik pemerintahan, kapasitas masyarakat dan kapasitas daya dukung lingkungan dalam kerangka Pengurangan Risiko Bencana. KSB tidak boleh berdiri sendiri secara eksklusif.
"Kegiatan hari ini juga merupakan bagian integral dari pemenuhan mandat Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera 2026–2028. Kita tahu, wilayah Sumatera, termasuk di dalamnya Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, memiliki karakteristik geografis yang rawan terhadap potensi bencana alam. Oleh karena itu, langkah pemulihan tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, melainkan harus menyentuh penguatan fondasi modal sosial dan kohesi masyarakat", ujar Monalisa Herawati Rumayar, Plh. Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana, Kemenko PMK dalam sambutannya pada acara Apel Pengukuhan dan Puncak Rangkaian Kegiatan Fasilitasi Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Lapangan Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat Tahun 2026 pada Minggu (5/7/2026).
Cita - cita luhur Pemerintah yang diharapkan dari dibentuknya KSB adalah untuk melindungi warga masyarakat dari bahaya bencana. KSB juga dibentuk agar masyarakat di Daerah rawan bisa mandiri dan cepat bertindak dan memahami saat bencana terjadi yang meliputi beberapa aspek antara lain dari aspek pencegahan yaitu guna mengurangi jumlah korban jiwa dan kerusakan harta benda sejak dini. Aspek kemampuan warga untuk saling mendorong sehingga warga bisa menolong dirinya sendiri dan orang sekitarnya sebelum tim penolong datang. Aspek selanjutnya yaitu untuk meningkatkan kerjasama antar sesama warga supaya saling menjaga satu sama lain dan bergotong royong.
"Jumlah partisipan melibatkan 60 peserta yang ditunjuk sebagai pengurus utama KSB termasuk didalamnya dari kalangan disabilitas", terang Taufik Saeful Rahman, Ketua Pokja Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana di Kementerian Sosial.
"Seluruh peserta dilatih secara mandiri untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP), memetakan wilayah rawan, serta menguasai keterampilan evakuasi, pertolongan pertama, pendirian tenda, dan pengelolaan dapur umum sekaligus didalamnya penguatan logistik dan pengendalian distribusi serta inklusivitas, literasi edukasi sejak dini, dan keberlanjutan program", imbuh Taufik.
Dalam pengukuhan sekaligus pengambilan sumpah, penandatanganan berita acara serta pengucapan ikrar atau janji relawan dan simulasi uji SOP KSB Lalaban, Kabupaten Langkat bagi 60 pengurus utama dipimpin langusng oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Langkat, Taufik Rieza, dalam sambutannya beliau berpesan, "Jiwa gotong royong dan kesukarelaan yang Bapak Ibu tunjukkan adalah modal terbesar bangsa ini dalam menghadapi ketidakpastian iklim dan ancaman bencana", pesan Taufik Rieza.
"Semoga semangat kemanusiaan yang menyala pada hari ini terus terjaga demi mewujudkan Kabupaten Langkat yang tidak hanya pulih dari dampak bencana yang lalu, tetapi tumbuh menjadi Daerah yang jauh lebih adaptif, resilien,dan tangguh di masa depan", tekan Taufik Rieza.
Dalam rangkaian pengukuhan dan pengambilan sumpah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Langkat bersama perwakilan Kementerian Sosial yang disaksikan oleh Plh. Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK menyerahkan bantuan stimulan secara simbolis untuk mendukung operasional lumbung sosial dan kesiapsiagaan KSB Kecamatan Babalan dengan total bantuan Kemensos RI senilai Rp. 152.849.945 (seratus lima puluh dua juta delapan ratus empat puluh sembilan ribu sembilan ratus empat puluh lima rupiah) kepada koordinator pengurus utama KSB, Camat Babalan dan Forkompimcam Kecamatan Babalan.
Bantuan tersebut dialokasikan dalam bentuk pembentukan Kampung Siaga Bencana Kecamatan Babalan, Program Lumbung Sosial, dan Kegiatan Tagana Masuk Sekolah. Semua barang bantuan yang telah terdata dan tersusun dengan baik sesuai SOP penanggulangan bencana ini akan disimpan di lumbung sosial KSB Babalan, sehingga dapat mempercepat respon pemenuhan logistik saat terjadi keadaan darurat.
"Kemenko PMK menekankan pentingnya penguatan lumbung sosial ini sebagai instrumen perlindungan sosial yang responsif dan tanggap darurat, untuk memperkecil celah keterlambatan pemenuhan logistik saat bencana hidrometeorologi terjadi kembali", sahut Dedy Siswoyo Setiawan, Perencana Ahli Muda, Kemenko PMK dalam diskusi bersama para undangan, Bapak Camat Babalan dan jajarannya.
Masyarakat dan pengurus utama KSB Kecamatan Babalan telah berjanji menyatakan kesiapannya untuk menjaga amanah, tetap jaga koordinasi dan selalu meningkatkan kapasitasnya serta siap menebarkan virus kesiapsiagaan "Siap untuk Selamat!" ke seluruh pelosok Daerah.