Seskemenko PMK: SDM Unggul dan Tangguh Fondasi Ketahanan Nasional dan Kunci Kemajuan Bangsa

KEMENKO PMK -- Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Seskemenko PMK) Imam Machdi menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul dan tangguh menjadi fondasi utama dalam memperkuat ketahanan nasional.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kuliah umum pada Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX dan Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII Tahun Anggaran 2026 di Lemhannas RI, Jakarta, pada Kamis (2/4/2026).

Dalam paparannya, Seskemenko PMK menekankan bahwa terdapat hubungan yang erat antara keunggulan SDM yang tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia dengan pertumbuhan ekonomi. Hal ini menjadikan pembangunan SDM sebagai pilar strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029.

Ia menjelaskan Kemenko PMK memiliki peran dalam memastikan sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian program pembangunan manusia lintas kementerian dan lembaga. Mandat ini menempatkan Kemenko PMK sebagai penggerak utama dalam mengorkestrasikan kebijakan pembangunan SDM yang terintegrasi dan berkelanjutan.

"Dalam konteks ketahanan nasional, manusia menjadi komponen paling penting dalam unsur Trigatra maupun Pancagatra," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan SDM unggul dan tangguh mencakup tiga aspek utama, yaitu sehat, berkualitas, serta relevan dan kontributif. SDM unggul tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga oleh kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual, serta kemampuan beradaptasi dan berkontribusi terhadap perkembangan teknologi, termasuk dalam menghadapi disrupsi kecerdasan buatan.

"Manusia adalah fondasi utamanya. Dengan manusia yang unggul, ketahanan nasional dapat kita ciptakan bersama," lanjutnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), difokuskan untuk mempercepat pembangunan SDM melalui intervensi konkret seperti cek kesehatan gratis, penuntasan TBC, pembangunan rumah sakit, revitalisasi sekolah, hingga digitalisasi pembelajaran dan pengembangan sekolah unggul.

Kemenko PMK juga mendorong program prioritas seperti percepatan penurunan stunting, penguatan resiliensi bencana, kesetaraan dan perlindungan, serta peningkatan literasi digital dan kecerdasan buatan.

"Program-program maupun kebijakan yang diampu oleh Kemenko PMK secara umum dapat diangkat esensinya untuk memperkuat pembangunan manusia," ujarnya.

Melalui penguatan sinergi lintas sektor dan kepemimpinan nasional yang adaptif, Kemenko PMK akan terus mendorong pembangunan manusia sebagai penggerak utama menuju Indonesia maju, berdaya saing, dan mewujudkan ketahanan nasional.

"Harapannya kita mampu bersinergi, berkoordinasi, dan berkolaborasi agar dapat menghasilkan manusia Indonesia yang unggul dan tangguh," pungkas Imam Machdi.

Kontributor Foto:
Reporter: