Kemenko PMK dan Bupati Flores Timur Sepakati Percepatan Huntap Pascabencana Erupsi Lewotobi Laki-Laki

KEMENKO PMK -- Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Lilik Kurniawan menerima audiensi Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen untuk membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, khususnya pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak.

Dalam pertemuan tersebut, Lilik menegaskan pentingnya percepatan penyediaan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur agar pembangunan hunian tetap dapat segera dimulai. Ia mendorong agar proses penyiapan lahan dilakukan secara paralel dengan pembangunan huntap pada lokasi yang telah siap digunakan.

"Percepatan pembangunan hunian tetap menjadi langkah krusial untuk memastikan masyarakat terdampak bencana dapat segera memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak," ujarnya.

Selain itu, Lilik juga menekankan pentingnya pemenuhan lima sektor rehabilitasi dan rekonstruksi dalam pembangunan huntap, yakni sektor permukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi, serta lintas sektor. Pendekatan ini diperlukan agar proses relokasi masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga memastikan keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di lokasi baru.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kemenko PMK, Monalisa Herawati Rumayar, turut menyampaikan hasil rapat koordinasi sebelumnya yang dilaksanakan pada 24 Februari 2026. Dalam rapat tersebut telah dibahas penyesuaian dan penetapan lokasi untuk kawasan relokasi terpadu bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Audiensi juga menyepakati bahwa percepatan pembangunan hunian tetap tahap awal akan difokuskan pada lokasi Kuhe. Sementara itu, proses penyediaan lahan pada dua lokasi lainnya, yakni Todo dan Kur’eng, didorong untuk segera dipercepat guna memenuhi kebutuhan hunian tetap bagi seluruh masyarakat terdampak.

Kontributor Foto:
Reporter: