KEMENKO PMK -- Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo menekankan pentingnya penguatan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dalam mendukung Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana non-alam, khususnya zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru (PIB).
Hal tersebut disampaikan Andre dalam rapat koordinasi bersama Tim Food and Agriculture Organization (FAO) untuk merumuskan penguatan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana non-alam, pada Rabu (9/9/2026).
Andre menyampaikan, zoonosis dan penyakit infeksi baru perlu dikelola sebagai ancaman biologis yang dapat berdampak luas terhadap keselamatan masyarakat. Karena itu, sistem deteksi dini dan respons terhadap wabah maupun potensi pandemi membutuhkan keterlibatan masyarakat serta kolaborasi lintas sektor.
"Pendekatan One Health menjadi instrumen penting dalam pengurangan risiko bencana non-alam dengan mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan secara kolaboratif multisektor," ujar Andre.
Dalam pembahasan tersebut, Forum PRB dinilai dapat menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat deteksi dini berbasis masyarakat. Pelibatan masyarakat diperlukan agar informasi mengenai potensi ancaman dapat dikenali dan ditindaklanjuti lebih cepat di tingkat lokal.
Akselerasi pelibatan Forum PRB di daerah juga dapat langsung dilaksanakan tanpa harus menunggu penerbitan Surat Edaran (SE) baru dari Kemenko PMK. Pelaksanaan di lapangan dapat merujuk pada SE Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tahun 2023 tentang Pencegahan Zoonosis dan PIB yang telah mengamanatkan pembentukan tim koordinasi di tingkat daerah.
Sementara itu, Tim FAO menyoroti perlunya penyusunan instrumen dan modul kebencanaan non-alam yang inklusif untuk diimplementasikan oleh Forum PRB. Modul tersebut akan mengadopsi dan menyinergikan pedoman yang telah dikembangkan Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penyelarasan pedoman tersebut diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih sekaligus memastikan instrumen yang disusun dapat langsung diterapkan dalam simulasi dan penguatan kapasitas masyarakat di daerah.
Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga teknis, lembaga internasional, serta aktor masyarakat melalui Forum PRB diharapkan semakin memperkuat ketangguhan nasional dalam mendeteksi dan merespons kompleksitas ancaman bencana non-alam secara berkelanjutan.