KEMENKO PMK -- Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK Merry Efriana menekankan pentingnya penguatan peran dan kapasitas aktor lokal dalam mendukung penanggulangan bencana dan respons kemanusiaan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Merry dalam Indonesia Localisation Lab National Convening 2026 yang mengangkat tema "Strengthening Indonesia's Locally Led Humanitarian Architecture through Collective Leadership, Localisation, and System Transformation", Kamis (24/9/2026), di Jakarta.
"Aktor lokal memiliki peran strategis dalam penanganan bencana karena memiliki pemahaman terhadap kondisi, karakteristik, dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing. Penguatan kapasitas dan keterlibatan aktor lokal perlu terus didorong sebagai bagian dari penguatan sistem penanggulangan bencana," ujar Merry.
Menurut Merry, penguatan peran aktor lokal perlu dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi yang melibatkan pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan sumber daya dan kapasitas yang dimiliki masing-masing pihak dapat dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah terus mendorong terbangunnya koordinasi yang lebih terpadu sehingga upaya penanganan bencana dapat dilaksanakan secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Dalam forum tersebut, pembahasan diarahkan pada penguatan keterkaitan antara agenda lokalisasi dengan sistem penanggulangan bencana dan respons kemanusiaan di Indonesia. Pembahasan juga mencakup peran berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat kapasitas dan kepemimpinan aktor lokal.
Merry menekankan, penguatan aktor lokal perlu ditempatkan dalam kerangka pembangunan sistem yang berkelanjutan dan tidak hanya berorientasi pada penanganan saat bencana terjadi.
"Penguatan aktor lokal tidak hanya berkaitan dengan respons ketika terjadi bencana, tetapi juga mencakup kesiapsiagaan, peningkatan kapasitas, koordinasi, serta penguatan kelembagaan. Dengan demikian, keterlibatan aktor lokal dapat memberikan kontribusi secara berkelanjutan dalam mendukung penanggulangan bencana," tambahnya.
Indonesia Localisation Lab National Convening 2026 mempertemukan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, organisasi kemanusiaan, lembaga pembangunan, organisasi masyarakat sipil, serta pihak terkait lainnya. Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat dialog, kolaborasi, dan tindak lanjut bersama dalam membangun sistem kemanusiaan yang memberikan ruang lebih besar bagi kepemimpinan dan kapasitas aktor lokal.
Kemenko PMK terus mendorong koordinasi lintas sektor dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana sebagai bagian dari upaya membangun sistem penanganan bencana yang terintegrasi, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.