KEMENKO PMK -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendorong mitigasi bencana berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. Upaya ini ditegaskan dalam audiensi dengan Departemen Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia yang digelar di Jakarta, Rabu (9/4/2026).
Pertemuan dipimpin oleh Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo dan dihadiri perwakilan Universitas Indonesia, Dr. Fatma, SKM., M.Sc. Audiensi ini menjadi langkah strategis dalam menyinergikan peran pemerintah dan akademisi guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta kebijakan penanggulangan bencana.
Dalam arahannya, Andre menegaskan bahwa Kemenko PMK mendorong penguatan kebijakan berbasis riset untuk menjawab kompleksitas risiko bencana di Indonesia.
"Kemenko PMK memastikan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi berjalan optimal, sehingga kebijakan yang dihasilkan tidak hanya responsif, tetapi juga berbasis data dan kebutuhan nyata di lapangan," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas peluang kerja sama dalam pengembangan riset, termasuk penyusunan tema tesis dan disertasi yang relevan dengan kebutuhan penanganan bencana. Pengalaman rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra, dinilai memiliki potensi besar sebagai basis kajian akademik yang aplikatif.
Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan lanjutan, pelatihan, serta pertukaran pengetahuan antara praktisi dan akademisi. Pendekatan pembelajaran berbasis riset dan skema yang fleksibel dinilai penting untuk menjawab kebutuhan instansi pemerintah.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berhenti pada pengembangan kajian akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan kebijakan dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
"Kami mendorong kolaborasi yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga berdampak langsung pada penguatan kebijakan dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana," tambah Andre.
Kemenko PMK menegaskan perannya sebagai koordinator dalam mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, dalam membangun ekosistem penanggulangan bencana yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir kebijakan yang lebih adaptif dan inovatif, sekaligus memperkuat kapasitas nasional dalam mitigasi bencana. Kemenko PMK dan Universitas Indonesia berkomitmen menindaklanjuti kerja sama ini melalui langkah konkret yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana.