Kemenko PMK Hadirkan Pameran Virtual Keketuaan ASEAN Indonesia 2023, Rekam Jejak Diplomasi Sosial-Budaya Kini Dapat Diakses Publik

KEMENKO PMK — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menghadirkan pameran virtual bertajuk “Merekam Keketuaan ASEAN Indonesia 2023: Perjalanan Pilar Sosial Budaya dan Peran Kemenko PMK” sebagai upaya mendokumentasikan perjalanan, proses, dan capaian Indonesia selama memegang Keketuaan ASEAN tahun 2023, khususnya dalam Pilar Sosial-Budaya ASEAN.

Pameran virtual tersebut telah ditayangkan melalui situs Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sejak 29 Juli 2026. Kehadiran pameran ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menelusuri kembali berbagai kegiatan, pertemuan, serta kontribusi Kemenko PMK dalam mengoordinasikan agenda kerja sama sosial-budaya ASEAN.

Pameran ini mengangkat perjalanan Keketuaan Indonesia di ASEAN yang berlangsung pada 1 Januari hingga 31 Desember 2023 dengan tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”. Tema tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperkuat relevansi ASEAN di tengah berbagai tantangan global sekaligus mendorong kawasan Asia Tenggara menjadi pusat pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam Pilar Sosial-Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community/ASCC), Kemenko PMK memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan berbagai agenda yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan peran tersebut diwujudkan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pembahasan isu prioritas, serta penyusunan dokumen strategis yang menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan di tingkat ASEAN.

Materi pameran menampilkan rangkaian kegiatan penting sepanjang 2023, mulai dari Senior Officials Committee on ASCC (SOCA) Retreat, Sidang SOCA ke-34 dan ke-35, ASCC Knowledge Forum, Sidang Dewan Menteri ASCC ke-29 dan ke-30, hingga berbagai kegiatan kerja sama lainnya. Dokumentasi tersebut memperlihatkan proses koordinasi dan kolaborasi yang melibatkan kementerian, lembaga, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat kerja sama sosial-budaya di kawasan.

Sejumlah isu strategis turut menjadi bagian dari perjalanan tersebut, antara lain penguatan arsitektur kesehatan, pembangunan perdesaan, perlindungan pekerja migran, pelestarian lingkungan hidup, kesiapsiagaan bencana, kesetaraan gender, pembangunan keluarga, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Salah satu capaian penting tercermin dalam Sidang Dewan Menteri ASCC ke-30 pada 29 Agustus 2023. Sidang yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut menghasilkan lima dokumen keluaran utama yang kemudian diadopsi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-43 pada 5 September 2023 di Jakarta. Selain itu, terdapat 21 dokumen lainnya yang dinotasi oleh para pemimpin ASEAN.

Melalui pameran virtual ini, dokumentasi kegiatan tidak hanya berfungsi sebagai rekaman sejarah penyelenggaraan Keketuaan ASEAN Indonesia 2023, tetapi juga sebagai sumber informasi dan pengetahuan mengenai proses diplomasi, koordinasi kebijakan, serta kontribusi Indonesia dalam pembangunan sosial-budaya di tingkat regional.

Penayangan pameran melalui JIKN ANRI juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses publik terhadap informasi kearsipan. Arsip yang disajikan secara digital diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, akademisi, peneliti, serta generasi muda untuk memahami perjalanan kerja sama ASEAN dan peran Indonesia dalam mendorong kesejahteraan masyarakat kawasan.

Melalui pemanfaatan teknologi digital dalam penyajian arsip, rekam jejak Keketuaan ASEAN Indonesia 2023 diharapkan tetap terjaga, mudah diakses, dan memberikan manfaat berkelanjutan sebagai sumber pembelajaran bagi masyarakat serta generasi mendatang.